Memilih Tidak Menikah Apakah Salah ?

Di Indonesia sendiri memang umumnya orang menikah, mungkin memang begitu kontruksi sosialnya. Jika Anda tidak menikah, atau malah berpfikir tidak mau menikah, mungkin dianggapnya sebagai sesuatu yang aneh dan tidak umum.

Sebagian orang mungkin tidak akan perduli penyebab mengapa misalnya Anda tidak mau menikah atau sama sekali tidak ingin menikah. Bukannya mendapat solusi, yang ada hanyalah Anda akan dikata – katai mungkin dengan ayat – ayat atau hadist – hadist.

Seperti halnya ada orang yang tidak memiliki uang untuk membeli beras, tapi orang itu Anda suruh buat memasak Nasi. Anda hanya sekedar menyuruh, tapi tidak memberikannya uang atau pekerjaan supaya dia dapat uang untuk membeli berasnya. Jadi ketika melihat sesuatu harusnya jangan hanya melihat lurus saja, coba sesekali melihat dari sudut pandang yang berbeda.

“Menikah itu tidak perlu nunggu kaya” , “Menikah itu sunah Rasul”, “Menikah itu pasti ada rezekinya” dsb, itu adalah salah satu contoh – contoh kalimat semacam motivasi atau pernyataan yang biasanya digunakan untuk meng-kultumi orang – orang yang berpikir untuk tidak menikah atau belum menikah.

Orang itu harus belajar memahami jika ingin dipahamai orang lain, mungkin saja orang yang belum/ tidak ingin menikah itu punya masalah psikologis, punya trauma, lingkungan keluarga yang buruk, atau jenis masalah lainnya. Daripada berdebat atau mempermasalahkan jalan hidup yang sudah/dipilih orang lain, mending belajar untuk mendengarkan, memahami dan menghargai jalan hidup yang sudah/sedang dijalani orang lain.

Hampir setengah hidup yang saya jalani, sudah dihabiskan dengan melihat, merasakan dan mendengar makian, cacian, omelan, keluhan setiap hari, dan membuat saya berpikir bahwa berkeluarga hanya akan merepotkan, apalagi jika masih MISKIN, saya sama sekali tidak ingin menghabiskan setengahnya lagi untuk melihat, merasakan dan mendengar hal itu lagi.

Tidak ada sama sekali cita – cita untuk menjadi kaya, yang penting punya pekerjaan, punya penghasilan, bisa olahraga setiap hari, pokonya asal bisa makan saja, terus bisa senang – senang setiap hari.

Kalaulah harus menikah, maka saya ingin melalui kehidupannya bersama perempuan yang memang hidupnya santai dan tidak panikan. Maksudnya yah hidup santai saja sih, karena standar kebahagiaan setiap orang itu berbeda – beda, tetapi kalau menurut saya esensinya tetap sama, yaitu bahagia. Dan bahagia dalam pandangan hidup saya, adalah hidup sederhana dan punya kebebasan.

Bukan berarti hidup sederhana itu, kita membiarkan keluarga jadi gembel dan kelaparan, maksudnya sederhana itu bisa dalam bentuk cara berpikir. Contoh :

“Kalaulah someday ingin punya rumah, yah sabar dulu nanti kita usahakan bersama, kalau ingin punya mobil yah sabar dulu nanti kita pikirkan caranya bersama, yang penting kita syukuri saja dulu yang ada, yang sudah dan sedang kita rasakan bersama”. Nah ini kan secara pikiran sederhana, tidak usah terlalu berpikir jauh yang belum terjadi, tapi jalani saja yang sedang dijalani. Kalau ingin/butuh sesuatu, itu pasti bisa diusahkan, kalau belum tercapai yah sabar.

Jadi maksudnya kalaulah nanti harus berkembangbiak, maka saya ingin menjalani kehidupannya bersama perempuan yang bisa bersabar dan bersyukur.

Menikah atau tidak itu adalah pilihan dan jalan hidup masing – masing, kalau ada yang berpikir bahwa menikah itu lebih bahagia yah silahkan, kalau ada yang berpikir hidup sendiri itu lebih bahagia dan bebas juga silahkan. Tidak usah bertengkar karena beda pilihan… wkwkwkw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *