Rasanya Menjadi Jomblo Dari Lahir

Rasanya Menjadi Jomblo Dari Lahir

“Dari sendiri akan menjadi sendiri”

Kalau dijelaskan rasanya seperti apa, tentu banyak, kadang merasa sendiri, kadang merasa jenuh, kadang ingin seperti orang lain, kadang bosen dengerin bacodan tetangga dan orangtua yang menginginkan menantu soleha, tapi kadang – kadang nyaman juga bisa menjalani banyak hal sendirian. Kalau menurut saya itu adalah perasaan umum yang pasti ada pada setiap insan jomblo yang tersebar diseluruh permukaan bumi, baik jomblo kelas menengah kebawah atau keatas, semuanya sama rata dan sama rasa. Jadi kurang lebih seperti itulah, kalau seandainya Anda ingin tahu… hahah.

Jadi sebenernya kata “Jomblo dari lahir” ini biasanya disematkan pada mahluk – mahluk yang belum pernah pacara sama sekali dan belum merasakan bagaimana meluk cewek bukan muhrim. Kalau saya suka ngebayangin gimana rasanya, apa deg – degan atau gimana sih yah.. wkakakak

Belum Pernah Ditolak Cinta

Walau menjadi jomblo sejak lahir, tapi saya pernah merasakan dicintai atau mencintai, yang menjadikannya beda adalah soal hak kepemilikannya saja, jadi waktu dicintai kita gak cinta sama yang mencintai dan waktu mencintai, orang yang kita cintai tidak bisa dimiliki. Tidak sampai ditolak, seumur hidup belum pernah merasakan ditolak cinta, karena memang tidak pernah ada perempuan yang secara langsung saya lontarkan perkataan cinta kepada perempuan yang disukai,,, bodoh sih kalau dipikir pikir..wkwkwk

Perputaran yang sangat umum terjadi dikalangan para jomblo, naif tapi kenyataan seperti ini memang ada, jadi kita membiarkan orang yang mencintai kita tapi malah justru mengejar orang yang belum tentu cinta sama kita.. yasalam whahah.

Nah sekarang – sekarang ini, saya lagi coba – coba buat merasakan bagaimana sensasi ditolak perempuan secara langsung, baik ditolak secara baik – baik atau secara kasar, hahah

Penyebab Saya Menjadi Jomblo Sejak Lahir.

Penyebab mengapa jomblo sejak lahir sampai teman – temah seangkatannya sudah ada yang jadi janda, sepertinya diakibatkan oleh beberapa faktor internal dan eksternal, faktor internal dan eksternal setiap orang akan berbeda – beda tergantung dari tiap – tiap individunya, karena ini menceritakan SAYA, maka faktor internal dan eksternal ini akan menjadi alasan untuk saya pribadi saja, mungkin bisa berlaku bagi orang lain atau tidak. Berikut ini adalah faktor internal dan eksternal Penyebab Menjad Jomblo Sejak Lahir :

A. Faktor Internal

  1. Kurang percaya diri
    Kurang percaya diri ini kalau dijabarkan, akan sangat kompleks. Seperti rasa ingin kaya dulu, ingin punya rumah dulu, ingin punya penghasilan tetap dulu dan semua jenis “ingin – ingin” yang dijadikan alasan untuk tidak “mencoba”, padahal memang sih pada kenyataanya, banyak orang – orang diluar sana yang pada awalnya hanya modal dengkul saja, tidak punya rumah, belum kaya apalagi punya penghasilan tetap, tapi bisa memilih dan mencintai seseorang yang diinginkan, yah walau memang tidak sempurna, ada yang harus cerai dan menjadi janda sampai beberapa kali hahah.. tapi kan mereka bisa
  2. …..saat ini belum tahu apakah ada faktor internal lain

B. FaktorEksternal

  1. Lingkungan
    Kalau DULU disekolah, itu gampang banget cari perempuan, bahkan kadang tanpa dicaripun ada saja perempuan yang baik secara diam – diam ataupun terang – terangan mendeklarasikan ketertarikannya kepada Saya, tapi karena faktor INTERNAL diatas, jadi rada terhambat. Nah kalau sekarang karena lingkungannya terbatas ditambah dengan faktor internal yang dipaparkan diatas, maka tingkat kesulitan yang saya hadapi menjadi bertambah, lingkungan pergaulan sempit ditambah kurang percaya diri
  2. . …..sampai saat ini belum tahu apakah ada faktor eksternal lainnya

Menghindari Perempuan – Perempuan Ribet !

Disadari atau tidak, semakin dewasa dimana semakin bertambah pula masa kejombloan, kita mungkin sudah tidak mau ribet dengan hal – hal cinta atau ketertarikan dengan lawan jenis, kita (khususnya laki – laki) mungkin hanya ingin to the point saja, sudah tidak butuh dengan orang – orang yang sok jual mahal, banyak drama dan pokonya ribet. Kalau kita sudah berusaha untuk menunjukan ketertarikan, dan tidak ada respon yang baik, maka yah sudah tinggalkan saja. So hanya buang – buang waktu saja ! Kan kita niatnya hanya ingin beromansa dengan indah dan bahagia, bukan untuk bersedih – sedih, karena masa pendekatan itu sebenernya untuk dibuat fun, bukan untuk dibawa sampai perasaan, kalau tidak tujuan pendekatannya tidak sampai yah sudah. Next aja..

Ya mungkin perempuan menghindari image murahan, tapi kan kalau memang sudah jujur terbuka menunjukan dan mengatakan ketertarikan, maka harusnya tidak perlu dipersulit. Secara teori kewarasan, kalau memang sudah sama – sama cinta, keduanya pasti akan sama – sama berjuang dari segala aspek, tapi memang kalau dasarnya sudah tidak cinta, memang pasti akan terlalu memakan banyak waktu untuk didapatkan, terus sekalipun bisa didapatkan, cinta seperti itu mempertahankannya pasti akan sangat merepotkan dan menyusahkan. Kalau saya pribadi jelas akan menghindari, ribetlah !

Yang Penting Sehat

Kalau saya pribadi tidak menganggap bahwa menjadi jomblo dari lahir sebagai sebuah masalah besar, karena memang pada kenyataannya masih banyak hal yang bisa disyukuri misalnya, kesehatan, punya pekerjaan/penghasilan, punya face ganteng (whahah) dan bisa kesana – kemari sesuka hati. Coba bayangkan misalnya, kalau kita sudah jomblo terus cacat fisik, tidak punya penghasilan, tidak bisa kesana – kemari, sepertinya itu akan menjadi sangat – sangat kompleks.

Saya yakin diluar sana banyak para jomblo yang kehidupannya mungkin lebih miris dan prihatin dibandingkan saya. Mudah – mudaha aja yah.. whahah

Tujuan Akhir

Kalau dari segi romansa, jelas tujuan akhirnya adalah menikah, punya anak lalu nunggu mati dan kena azab. Selain alasan yang sudah dipaparkan pada faktor internal dan eksternal, sebenernya mungkin alasan jadi jomblo adalah karena ada tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan romansa yang jika nanti bisa didapatkan.

Jadi kalau dijelaskan secara non-ilmiah, saya itu ingin punya uang 100jt dulu, misalnya. Nah terus nikah sederhanalah, setelah nikah yah menjalani hidup santai, pokonya normal seperti orang berkembangbiak pada umumnya, bisa nongkrong dipantai, dicafe, pokonya bisa nongkrong – nongkrong dimanapun dan kapanpun mau, ngevlog bareng, usaha bareng, pokonya hidup setelah nikah itu tidak mau ribet – ribet dengan urusan ekonomi, uang atau pekerjaan, pokonya fun aja.

Nah kalau tujuan itu gak terpenuhi, yah gak tahu yah, mungkin jadi jomblo abadi, soalnya belum punya opsi lain sih, wkwkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *