Mengapa Saya Takut Berkembangbiak

Berkembangbiak tidak akan membuat kita terus hidup, tetapi berkembangbiak untuk melanjutkan kehidupan.

“Udah ada calonya”,kata sang teman yang kebetulan hari ini jadi pengantin pernikahan.
“Belum”, jawabku tegas.
“Cepetan sudah tua”, celetuknya kembali. Kalau kalimatnya dideskripsikan secara langsung artinya “Kamu nikah dong kan sudah cukup berumur, masa sendiri terus” mungkin kurang lebih begitu

Saya cuma tersenyum dan mengangguk saja, dan tidak terlalu menanggapi. Saya selalu mencoba untuk memaklumi mahluk – mahluk jenis seperi ini. Karena yang Saya yakini adalah yang namanya jodoh itu seperti kematian, tidak tahu kapan percis datangnya, walau sudah diusahakan.

Hei Psikolog, ini Gamophobia atau Bukan ?

Sebenarnya Saya tidak yakin kalau saya termasukan golongan Orang – orang yang mengidap gamophobia yang selalu memiliki pandangan buruk dan ketakutan yang irasional mengenai kehidupan didalam sebuah pernikahan atau bahkan tentang lawan jenisnya

Daftar Alasan Takut Berkembangbiak

Ada beberapa daftar pikiran buruk Saya mengenai pernikahan diantaranya :

  1. Biaya Mahal
    Saya berpikir bahwa pernikahan jaman sekarang itu mahal, meskipun sebenarnya tergantung dari pasangannya itu sendiri, tapi rata – rata masyarakat modern seperti jaman sekarang ini pasti selalu ada saja permintaan untuk dirayakan, dalam kondisi dan keadaan tertentu ini bisa jadi penghambat
  2. Takut tidak bebas
    Kadang saya merasa takut jika sudah menikah, kehidupan saya jadi tidak bebas, bebas dalam artian tidak bisa lagi mengerjakan banyak hal yang disenangi. Banyak didikte, dan mungkin akan jadi tidak menyenangkan lagi
  3. Takut tidak diterima
    Tidak diterima maksudnya, bukan takut tidak diterima cinta, tapi lebih ke takut tidak diterima pribadi dan kehidupannya, walau saya tahu sebenernya bahwa mungkin orang yang menerima dan mencintai saya haruslah bisa menerima semua yang ada dalam hidup dan diri saya sebelum memutuskan untuk memilih
  4. Konflik
    Saya sebenernya tidak suka konflik dan erlalu banyak berdebat, kehidupan dalam rumah tangga sangat rentan dengan itu. Saya sering sekali melihat hal semacam itu, kadang – kdang hal sangat kecil yang tidak perlu diperdebatkan saja, jadi hal besar, dan selalu diingat – ingat selama bertahun – tahun, saya juga gak habis pikir kenapa wanita bisa seperti itu.

    Saya hanya ingin menjalaninya secara santai saja, walau kata orang bijak konflik itu pasti akan selalu ada untuk mendewasakan diri.


Gak Mau Nikah Biar Dunia Cepet Kiamat


Saya selalu tidak pernah merasa percaya diri dengan apa yang sedang saya jalani serta sudah miliki selama ini. Saya merasa memiliki kekurangan dari segi pekerjaan, karena Saya berpikir, orang yang mau menjalani hal semacam hubungan pernikahan itu harus sudah sangat matang dari segi finansial, karena saya takut nanti Saya bisa direpotkan dengan hal tersebut.

Selama setahun lebih ini saya bekerja sebagai seorang Penulis tutorial diblog, pembuat konten youtube dan juga freelance Programmer. Penghasilan utama saya sebenernya dari iklan adsense, tapi kalau dibandingkan dari penghasilan jadi programmer, hasil dari jualan produk digital yang saya buat lebih dominan memberikan income. Sekitar 2 bulan yang lalu saja, kalau di hitung – hitung saya bisa dapat sekitar kurang lebih 15 juta, bagi saya itu besar, uang segitu mungkin perlu didapatkan selama berbulan – bulan jika Saya masih bekerja kepada orang lain

Saya merasa pekerjaan saat ini masih tanggung dan penghasilan tidak stabil, walaupun saya akui, selama test setahun ini, Saya berhasil melewatinya, dan membiayai keluarga saya dari hasil pekerjaan sebagai seorang penulis blog, dan programmer. Tanpa harus keluar rumah, tanpa harus masuk kantor dan upacara dulu sebelum masuk seperti para PNS.

Dengan kondisi seperti itu, saya tidak yakin bahwa saya tidak ingin menikah. Mungkin saja alasan tidak ingin menikah supaya cepat kiamat itu bukan gejala gamophobia, melainkan hanyalah bentuk dari ketidakpercayaan diri saja.


Jadi kalau ditanya Kapan Nikah, Kapan Nyusul, Mana Calonnya dsb, saya selalu jawabnya dengan candaan saja, seperti misal “iya sih sebenarnya sekarang lagi nunggu, nunggu palestina israel damai” atau “Ah gak mau nikah biar dunia cepet kiamat”

Intinya

Yah intinya selalu ada prasangka buruk terhadap perempuan, selalu mikir bahwa perempuan itu hanya suka sama pria kaya, bahkan sampai mikir kalau perempuan itu hanyalah barang yang bisa dibeli dengan uang, dan berbentuk dalam produk pernikahan yang dibayar mahal. Kenyatanya memang tidak seperti itu semua, yah mungkin wkwkwk.

Someday mungkin ada kali yah perempuan yang cocok buat saya, yaang hidupnya sederhana, simpel dan gak panikan saat menjalani hidup. hahaha, nah kan intinya belum nemu aja yang cocok… wkwkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *